
Apa Itu Vaksin Hepatitis B? Apa Manfaatnya untuk Anak?
Hanindito Arief Buwono
16 Oktober 2026
Hepatitis B merupakan penyakit yang menyerang hati dan dapat dialami oleh siapa saja, termasuk bayi dan anak.
Infeksi ini bisa berlangsung dalam jangka panjang dan menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat.
Salah satu cara untuk mencegah adalah melalui imunisasi hepatitis B. Yuk, kenali manfaat dan jadwal pemberiannya.
Apa Itu Hepatitis B
Hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV) yang menyerang organ hati. Virus ini dapat menular melalui darah dan cairan tubuh yang terinfeksi, termasuk dari ibu ke bayi saat persalinan.
Infeksi hepatitis B seringkali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Namun, jika berkembang menjadi kronis, penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan hati, sirosis, hingga kanker hati.
Apa Manfaat Vaksin Hepatitis B
Vaksin hepatitis B membantu tubuh membentuk kekebalan terhadap virus hepatitis B sehingga bisa mencegah infeksi dan mengurangi risiko komplikasi akibat penyakit tersebut.
Imunisasi ini penting diberikan sejak bayi baru lahir karena infeksi hepatitis B pada usia dini memiliki risiko lebih tinggi untuk berkembang menjadi infeksi kronis.
Kapan Imunisasi Hepatitis B Diberikan?
Dosis pertama imunisasi hepatitis B diberikan kepada bayi baru lahir sesegera mungkin, idealnya dalam waktu 24 jam setelah persalinan. Kemudian, proses pemberian vaksin dilakukan sebanyak dua kali, yaitu saat anak berusia satu bulan dan saat anak berusia 3-6 bulan.
Anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap dapat berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk menentukan jadwal imunisasi kejar yang sesuai.
Orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin hepatitis B juga dapat berkonsultasi untuk mengetahui kebutuhan dan jadwal vaksinnya.
Melengkapi imunisasi hepatitis B merupakan salah satu langkah penting untuk melindungi anak dari infeksi yang dapat berdampak pada kesehatannya di masa depan. Pastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal dan konsultasikan kebutuhan imunisasinya dengan tenaga kesehatan di puskesmas, posyandu, atau fasilitas kesehatan lainnya, ya!
–
Sumber: